Dia tak pernah memilikinya, tapi dia begitu mencintainya. Mungkin bahkan cinta ia tak akan pernah padam untuknya. Pancaran matanya ketika ia bercerita tentangnya menunjukkan bahwa cintanya begitu dalam padanya, bahkan lebih dalam daripada cinta yang ia miliki untukku.
Terkadang aku iri dan begitu sakit saat merasakan cinta yang begitu berkobar untuknya. Tapi seketika sakit itu hilang begitu saja tatkala aku menampak pancaran kebahagiaan dari raut wajah ia ketika mengenangnya.
Satu kenangan kuat yang ia miliki adalah kencan sembunyi-sembunyi nya ke sebuah tempat yang begitu sejuk bersamanya. Dan mungkin sejak saat itu, kenangan yang ia miliki bersamanya walaupun hanya satu hari, akan ia simpan selamanya, meski ia telah memilikiku.
Aku mungkin tak akan pernah mendapatkan cinta sedalam yang ia berikan untuknya. Tapi sungguh, aku tak akan meminta dia menghentikan itu, aku begitu mencintainya, aku tak akan pernah sanggup melihat dia terluka, hanya karena aku memintanya berhenti mencintainya. Cinta yang ia miliki untuk nya sudah tergurat begitu dalam dihatinya. Maka akan ku korbankan segalanya demi kebahagiaan ia. Meski diam-diam aku seringkali merasa sakit karenanya.
Aku seringkali berpikir, betapa dia sangat beruntung karena mendapatkan cinta ia yang begitu dalam. Aku memang memilikinya, aku memang mendapatkan cinta dari ia, meski tak sebesar cinta yang ia berikanuntuknya, aku harus tetap bersyukur karena aku masih mendapatkan cintanya. Bukankah bila kita ingin dicintai, kita harus lebih banyak mencintai dari pada apa yang kita harapkan?
Biarkan tangisku menjadi doa untuk ia, menjadi kekuatan baru untukku. Biarkanlah hanya senyum ini yang selalu ia dapat dariku. Biarkan aku simpan rapat-rapat perih ini sendiri. Aku akan berusaha tak mengeluhkan ini pada ia. Dan biarkan aku tetap mencintai ia, lebih dalam, dan untuk selamanya.
II
Kini kami telah memiliki dua orang buah cinta yang masih kecil. Ia begitu mencintai mereka, begitu pun aku. Satu-satu nya hal yang selalu aku syukuri adalah ia tetap memiliki cinta untukku meski ia masih menyimpan cinta yang dalam itu untuknya hingga kini. Ia begitu setia menemani keluarga yang ia miliki, Ia begitu bertanggung jawab untuk kami, tapi kesetiaannya terhadap cintanya yang dalam pun tetap kokoh.
Aku tetap memperhatikan itu, semenjak aku sadar tentang guratan cinta yang begitu dalam yang bukan ia berikan pada ku tapi padanya. Begitu lihainya hatinya membagi-bagi itu selama ini. Cinta dalam yang ia miliki untuknya tak pernah berkurang, tak pernah tercampur oleh cinta ia pada keluarganya, tidak pula cinta ia pada sang Maha Pencipta. Aku sungguh kagum akan hatinya, tapi kadang aku merasa tak mendapat keadilan.
Namun biarkan, kini badai itu mulai mereda, tangis yang selalu kutumpahkan perlahan surut. Aku sudah mulai kuat, aku selalu berusaha bersyukur dengan apa yang kuterima. Hal yang paling aku syukuri adalah aku memiliki dua orang cinta yang begitu hebat dalam hidupku, yang ku peroleh dari cinta yang ia berikan untukku. Dan cintaku yang begitu dalam padanya akan selalu menjadi do’a dan kekuatan di hidupku.
III
Aku menjadi wanita tua bahagia sekarang. Aku tak pernah lagi memikirkan cinta dalam yang ia miliki. Cinta yang ada sekarang tak terhitung. Bagiku, walau kadar cinta yang ia berikan tetap sama. Aku tetap bahagai hidup dengan ia, sangat bahagia. Tuhan pasti telah melimpahkan begitu banyak cinta untukku. Ia bahagia dengan keluarga yang ia miliki, dan Ia juga bahagia dengan tetap menyimpan cinta yang begitu dalam untuknya. Tak pernah berhenti semenjak dulu hingga kini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar